Selamat hari Ayah untukmu yang sering kupeluk dalam doa.
I love you forever more Father
By
Aiyn Bupu
Selamat hari Ayah untukmu yang sering kupeluk dalam doa.
I love you forever more Father
By
Aiyn Bupu
Sementara mereka telah berjalan melangkah perlahan-lahan dijalan yang rindang dilindungi oleh daunan pohon yang rapat. Bertambah lama, bertambah jauh mereka melangkah.
Bunyi gemericik air bersatu dengan dedaunan yang merayu-rayu disela tiupan angin sepoi beradu berderak-derak.
Bertambah jauh mereka melangkah dengan tiada bertuju. Bertambah lama bertambah meresap kedalam hati mereka berdua kesepian dan dari dasar jiwa mereka berkumpul perasaan bahagia yang menahan kegembiraan girang hati.
Langkah mereka memberat dan percakapan yang ringan membuat seperti belaian yang halus. Semakin kesini sepih semakin menggerogoti jiwa.
Mengapa engkau diam?
Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan sebuah rindu yang begitu kuat dengan cara yang tidak menggebu. Aku terjaga selarut ini, menghayati rindu. Bukan rindu yg menggelora dan dahsyat melainkan rindu yang tenang dan hening.
Seandainya rindu tidak bisa dijadikan doa, mungkin aku akan gila dengan air mata yang tidak berhenti bercucuran.
Aku begitu rindu sampai-sampai dalam diri setiap orang yang aku temui aku melihat sosokmu.
Ahh aku terlalu berhalusinasi.
Gengsi Dia bisa abadi Tergantung sang pemeluknya Yah dia, dia!!! Satu arogansi yang mematikan kesederhanaan Membutakan nurani Me...