Kau wanita tangguhku
Bekerja dari terbitnya fajar hingga terbenam
Kau setia jadi ayah juga ibu bagiku,
Walaupun keringat menjadi selimut terhangatmu.
Aku melihat cantikmu kini Nampak tua.
Tapi semangat itu selalu melekat dengan ragamu
Raga yang mulai memberontak namun kau menenangkannya demi aku.
Tetap memelukku padahal kau kedinginan.
Tamparan kehidupan selalu kau terima
Senyuman manis adalah balasannya
Suara khasmu yang terasa merdu didengarkan.
Berjalanpun seperti alunan senandung nada.
Bagai matahari turun dibalik gunung.
Cahayanya kuning menjadi merah lalu menjadi ungu lembayung
Penuh bayang-bayang kelam masa lalu
Namun kau tetap sigap menyambut fajar pagi demi aku, kamu dan kita.
Selamat hari ibu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar